Freddy Budiman Raja Narkoba, Tiduri Banyak Wanita Hingga Jadi Mualaf di Penjara

klg asli

berhasil

Profil Biodata Foto Vanny Rossyane, Freddy Budiman dan Anggita Sari Pacarnya

Wartainfo.com - Gembong narkoba Freddy Budiman telah dieksekusi mati terkait kasus kepemilikan 1,4 juta ekstasi di Nusakambangan pada Jumat (29/7) sekitar pukul 00.45 WIB. Freddy dieksekusi bersama tiga terpidana mati lainnya, Michael Titus Igweh (Nigeria), Humprey Ejike (Nigeria), dan Gajetan Acena Seck Osmane (Nigeria). Kini tersisa 10 terpidana masuk daftar eksekusi jilid III.

Banyak cerita mengenai sepak terjang Freddy sebelum meninggal dieksekusi mati. Seperti saat dirinya masih mampu menjalankan bisnis narkoba saat menghuni Lapas Cipinang, Jakarta Timur, dan Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah, serta fasilitas untuk berhubungan intim dengan beberapa wanita.

Freddy Budiman sempat membuat geger karena mendapat fasilitas mewah di Lapas Cipinang. Wanita yang kerap menemaninya pun model majalah pria dewasa, yaitu Vanny Rossyane.

Kenikmatan itu akhirnya terungkap. Pertama kali yang membocorkan justru Vanny Rosyane. Wanita seksi itu mengaku bercinta di salah satu ruangan di LP Narkoba Cipinang. Bahkan di sana keduanya mengisap sabu.

Foto Hot Sexy Vanny Rossyane Instagram Pacar Freddy Budiman Raja Narkoba

Vanny Rossyane, Model Panas yang pernah mengaku sebagai kekasih dari Raja Narkoba Freddy Budiman

Saat berada di Cipinang ternyata Freddy masih leluasa mengendalikan jaringan narkotika internasional. Begitu juga di Lapas Batu, Nusakambangan, Jawa Tengah. Ternyata Freddy Budiman masih berkuasa.

Setelah lama bersentuhan dengan dunia hitam, perlahan sikap Freddy mulai banyak perubahan. Dia lebih rajin mengaji, bahkan setelah dipindahkan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur.

Ternyata, selama berada di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Freddy belajar mengaji dari terpidana kasus terorisme, Abrori bin Al Ayubi. Rupanya hal itu terus berlanjut hingga dia pindah ke lapas lain.

"Waktu dia ditahan di Nusakambangan, Freddy belajar ngaji dari seorang napi teroris," ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Saud Usman Nasution, Sabtu (23/1).

Kapolri Badrodin Haiti menambahkan, selama di penjara Freddy telah memeluk agama Islam. Di sana, dia juga mulai rajin belajar mengaji.

Freddy Budiman merupakan terpidana mati pertama yang dieksekusi selain 13 terpidana mati lainnya, setelah permohonan Peninjauan Kembali (PK) ditolak oleh Mahkamah Agung.

Pengacara terpidana mati Freddy Budiman, Untung Sunaryo, mengatakan kliennya menyampaikan permintaan untuk dimakamkan di Surabaya.

Pria kelahiran Surabaya 19 Juli 1976 yang menjadi bandar narkoba kelas internasional, divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat setelah mengimpor 1.412.476 butir ekstasi dari Tiongkok pada Mei 2012.

Freddy Budiman pernah ditangkap pada 2009 karena memiliki 500 gram sabu-sabu. Saat itu, divonis tiga tahun dan empat bulan. Feddy kembali berurusan dengan aparat pada 2011.

Saat itu, dia kedapatan memiliki ratusan gram sabu-sabu dan bahan pembuat ekstasi. Ia menjadi terpidana 18 tahun karena kasus narkoba di Sumatra dan menjalani masa tahanannya di Lapas Cipinang.

Modus yang dilakukannya dengan memasukkan ke dalam akuarium di truk kontainer. Setelah kasus di LP Cipinang, pria yang berubah menjadi alim itu dipindahkan ke LP Gunung Sindur, Bogor hingga akhirnya ke LP Nusakambangan, Cilacap, Jateng.

Jenazah Freddy Budiman dibawa ke kampung halamannya di Surabaya untuk dimakamkan di sebuah teman pemakaman umum seperti permintaan dia.

Category: Berita Peristiwa, NasionalTags:
Jayabet