Kiamat 29 Juli 2016? Ini 7 Skenario Penyebab Terjadinya Kiamat di Bumi

klg asli

berhasil

Teori Penyebab terjadinya Kiamat 29 Juli 2016 akibat pergeseran kutub magnetik Bumi di dunia

Penyebab Terjadinya 'Kiamat' di Dunia, Sebuah kelompok yang bernama End Times Propechies menghembuskan isu bahwa 29 Juli 2016 akan menjadi akhir dari kehidupan di dunia atau kiamat akibat pergeseran kutub magnetik Bumi.

Namun, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meminta kita tak perlu panik karena menganggap hal itu sebagai fenomena yang wajar dan terus berlangsung, bukan sesuatu yang mendadak.

Sebelumnya beredar kabar bahwa Bumi akan dihantam asteroid pada 6 Mei. Kelompok tersebut juga menyebut, Barack Obama akan mengungkap bahwa ia seorang anti-Kristus pada Juni semuanya tak terbukti.

Baca juga:

Tak hanya itu ramalan kiamat yang pernah dicetuskan. Beberapa waktu lalu ilmuwan terkemuka Stephen Hawking berkata bahwa penduduk Bumi akan binasa akibat serangan alien.

Atau, ada yang mengira, Large Hadron Colider kompleks mempercepat partikel berenergi tinggi yang terbesar di dunia adalah wormhole yang akan menyedot manusia menuju dunia lain. Dikutip wartainfo.com dari liputan6.com, Berikut tujuh skenario penyebab terjadinya kiamat yang mengakibatkan musnahnya kehidupan di Bumi:

1. Serangan Alien

Gambar Foto Alien Invasion Pics Skenario Penyebab terjadinya di Bumi Dunia

Stephen Hawking berkata bahwa penduduk bumi akan binasa akibat serangan alien. Hal tersebut didasarkan pada preseden yang dilakukan oleh manusia sendiri, seperti tendensi kita untuk menjajah wilayah atau negara lain demi memperoleh kekuasaan lebih.

Terdapat anggapan bahwa dengan berkembangnya zaman, saat peradaban maju mampu menjajah planet lain, membunuh penghuni asli bukan hanya sekedar wacana.

Atau, jangan-jangan terdapat ras alien cerdas akan turun dari langit dan melenyapkan kita semua dari muka Bumi. Bagaimana menurut Anda?

2. Robot dan Kecerdasan Buatan

Gambar Ilustrasi Robot Invasion Attack Pictures Skenario Penyebab terjadinya Kiamat Besar di Bumi Dunia

Banyak pendapat bahwa robot, komputer, dan artificial intelligences (AI) atau kecerdasan buatan akan mengambil alih tugas manusia dan menjadi bagian besar pada kehidupan ke depannya. Termasuk di medan tempur.

Robot pembunuh atau senjata otonom yang diduga akan digunakan dalam perang dan dapat bertindak tanpa menunggu komando dari manusia dianggap menjadi ancaman besar. Stephen Hawking juga mengungkapkan kekhawatirannya tentang masa depan senjata otonom.

"Aku tak berpikir bahwa kemajuan kecerdasan buatan akan menjadi jinak," ujarnya.

"Sekalinya mesin dapat mengembangkan dirinya sendiri, kita tak dapat memprediksi apakah tujuan mereka sama dengan kita. Kecerdasan buatan memiliki potensi berkembang lebih cepat dari manusia," jelas Hawking.

Category: Misteri Mistis MitosTags:
Jayabet