Ucapan Minal Aidin Wal Faizin di Hari Lebaran Keliru? Ini Yang Benar!

klg asli

berhasil

Gambar Arti Ucapan Minal Aidin Wal Faidzin Lebaran Yang Benar

Wartainfo.com - Sebentar lagi seluruh umat muslim di dunia akan merayakan Hari raya Idul Fitri yang di Indonesia sering disebut sebagai hari Lebaran, Pada hari lebaran umat Islam di Indonesia sudah terbiasa mendengar atau berucap Minal Aidin Wal Faizin yang kemudian disambungkan dengan kalimat 'Mohon maaf lahir dan batin'. Seolah-olah Minal Aidin Wal Faizin mempunyai arti mohon maaf lahir dan batin.

Tidak jelas asal muasal tradisi ucapan ini, namun sebenarnya secara harfiah Minal Aidin Wal Faizin berarti 'Semoga Anda termasuk orang-orang yang kembali (ke jalan Tuhan) dan termasuk orang yang menang (melawan hawa nafsu)'.

Ucapan minal aidin wal-faizin ini menurut seorang ulama tidaklah berdasarkan dari generasi para sahabat ataupun para ulama setelahnya atau Salafus Salih.

Perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair pada masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengkisahkan dendang wanita di hari raya.

Sumber lain menyebutkan, Pada zaman khilafiah rosyidin, ucapan Minal Aidin wal-Faizin, digunakan sebagai ungkapan bangga atas kemenangan perang yang sebenarnya, semisal perang badar.

Jika dimaknai dalam konteks peperangan, akan berbunyi 'Semoga Termasuk dari Orang-orang yang Kembali (dari perang) dan sebagai Orang yang Menang (dalam setiap Perjuangan Islam)'.

Disebutkan bahwa ucapan berbahasa Arab ini tidak pernah diucapkan di Arab. Bahkan tidak ada hadis atau ayat yang menjelaskan tentang kewajiban umat muslim mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin. Sebaliknya para Imam besar, seperti Imam Hanafi, Syafi'i dan Hanbali, umat Islam dianjurkan untuk mengucapkan kalimat lain.

"Diperbolehkan menyampaikan ucapan selamat Taqabbalallahu Minna wa Minkum atau semoga Allah menerima ibadah kita semua dan Anda," dikutip dari buku Rahasia Puasa Menurut 4 Mahzab karangan Thariq Muhammad Suwaidan.

Selain itu, dalam Sunan Al-Baihaqi disebutkan, "Diriwayatkan dari Khalid bin Ma'dan, ia berkata: Aku bertemu Watsilah bin Asqa' pada hari Raya. Aku katakan padanya 'Taqabbalallahu minna wa minka. Watsilah menanggapi, Aku pernah bertemu Rasulullah SAW pada hari raya, lantas aku katakan 'Taqabbalallahu minna wa minka'. Beliau menjawab, 'Ya, Taqabbalallahu minna wa minka'."

Dalam budaya Arab, ucapan yang disampaikan ketika menyambut hari Idul Fitri adalah Taqabbalallahu minna waminkum. kemudian menurut riwayat, ucapan nabi ini ditambahkan oleh orang-orang yang dekat dengan zaman Nabi dengan kata-kata Shiyamana wa Shiyamakum.

Sehingga, bila digabungkan kedua kalimat itu, makan akan bermakna 'Semoga Allah SWT menerima amalan puasa saya dan kamu'. Lantas, bagaimana bila ingin mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin dalam bahasa Arab?

Anda bisa mengucapkan As-alukal afwan zahiran wa bathina atau Kullu aam wa antum bikhair, yang berarti 'semoga sepanjang tahun Anda dalam keadaan baik-baik'. (wartainfo.com)

Category: Khazanah IslamiTags:
Jayabet