Ini 7 Reaksi Tubuh Saat Sedang Jatuh Cinta yang Perlu Kamu Tahu!

klg asli

berhasil

Reaksi Kimia dalam Tubuh Saat Sedang Jatuh CInta

Wartainfo.com - Jatuh cinta berjuta rasanya. Itulah yang dirasakan seseorang saat jatuh cinta. Tak hanya itu, banyak orang mengatakan ketika jatuh cinta, maka kita akan mengetahui semuanya. Mulai dari perasaan berbunga-bunga, rasa rindu hingga jantung yang berdegup kencang.

Di saat cinta bersemi, ada berbagai reaksi kimia yang dialami tubuh. Kita menjadi amat gembira, bahagia, dan tak peduli pada hal lain selain berada di dekat orang yang dicintai. Berikut ini tujuh reaksi kimia dalam tubuh saat sedang jatuh cinta, Jika Anda mengalaminya berarti Anda memang benar sedang dimakabu asmara.

1. Seperti Kecanduan Narkoba

Studi yang digelar Rutgers University pada 2010 menyebut jatuh cinta memiliki sensasi seperti kecanduan narkoba, di mana terjadi euforia. Otak melepaskan dopamin, oksitosin, adrenalin dan vasopressin.

Kat Van Kirk, PhD, seksolog klinis dan yang juga terapis pernikahan dan keluarga, mengatakan zat-zat kimia yang dilepaskan otak tersebut membantu memperkuat ikatan seseorang dengan pasangannya. Menurutnya, semakin sering menghabiskan waktu dengan seseorang yang membuat jatuh cinta, maka akan semakin membuat yang bersangkutan kecanduan. Ya, seperti narkoba.

"Rasa cinta yang penuh gairah terbentuk di bagian otak yang sama dengan ketika seseorang mengalami kecanduan narkotika atau obat terlarang," kata Arthur Aron, seorang psikolog dari State University of New York yang pernah terlibat dalam penelitian terkait hubungan otak dengan jatuh cinta.

2. Seperti Mabuk

Kebanyakan menenggak alkohol bisa membuat Anda menjadi lebih berani, lebih percaya diri, dan juga agresif. Demikian pula efek dari oksitosin alias hormon cinta. Dalam penelitian terungkap bahwa alkohol dan oksitosin memiliki efek yang sama di otak. Menurut peneliti, meski mempengaruhi bagian otak yang berbeda, namun alkohol dan jatuh cinta memiliki hasil yang sama.

Peneliti dari Northwestern Medicine, AS, juga pernah memaparkan oksitosin dapat meningkatkan kerentanan seseorang untuk merasakan ketakutan dan kegelisahan ketika berada di tengah situasi yang membuatnya stres. Oksitosin bisa menaikkan emosi seseorang tinggi-tinggi, namun mendadak bisa menjatuhkannya ke jurang yang terdalam.

3. Pipi Bersemu Merah dan Jantung Berdetak Kencang

Saat bertemu dengan orang yang bikin jatuh cinta, ingat apa yang terjadi pada diri Anda? Pipi memerah, tangan berkeringat dingin dan jantung berdegup kencang.

Menurut dr Kat Van Kirk, itu bukan sekadar reaksi gugup yang membuat kecemasan meningkat. Yang terjadi sebenarnya adalah stimulasi adrenalin dan norepinephrin. "Ini isa menyebabkan seseorang merasakan sensasi terkait hasrat untuk memfokuskan perhatian pada orang tertentu," ucap dr Kirk.

Helen Fisher, PhD, seorang biological anthropologist berpendapat senada. Hormon stres ini bertanggung jawab terhadap perasaan canggung, telapak tangan berkeringat, sulit mencari kata-kata, mulut kering dan sensasi butterflies-in-your-stomach.

4. Makan Tak Enak dan Tidur Jadi Tak Nyenyak

Makan tidak enak, tidur pun tak nyenyak. Begitulah yang kerap dikeluhkan mereka yang sedang dimabuk cinta. Kenapa bisa begitu?

Orang yang jatuh cinta sedang memiliki taraf energi tinggi akibat pelepasan dopamin dan zat kimia lain. Ini makanya jatuh cinta bisa membuat seseorang jadi sulit tidur dan bahkan selalu memikirkan orang yang dicintainya.

Baca juga:

dr Kat Van Kirk menuturkan sangat normal seseorang kehilangan nafsu makan dan malah jadi merasa seperti sakit ketika jatuh cinta. Menurutnya itu tanda dari tubuh Anda bahwa Anda benar-benar menyukai orang tersebut.

"Mabuk cinta bisa membuat hormon stres, kortisol, mempengaruhi pembuluh darah di perut Anda, sehingga Anda merasa tidak enak," ujar dr Kirk.

Rasa ini perlahan akan pudar seiring Anda merasa nyaman dengan seseorang yang bikin jatuh cinta itu. Ini juga bisa menjadi jawaban kenapa beberapa pengantin tidak merasa enak makan di pesta pernikahannya.

5. Sedikit Sakit

Adalah hal yang normal jika mendadak Anda tidak nafsu makan saat sedang bersama kekasih hati. Ini adalah cara tubuh memberitahu bahwa Anda sangat menyukai orang tersebut.

Penyebab kondisi ini adalah hormon kortisol berkontraksi di pembuluh darah organ pencernaan sehingga Anda merasa seperti sedang sakit. Tapi hal ini lama kelamaan akan memudar seiring dengan makin nyamannya Anda dengan si pacar.

6. Curi-Curi Pandang

Ketika sedang jatuh cinta, rasanya ingin berlama-lama menatap si dia. Tak heran ketika berada di satu tempat yang sama, selalu curi-curi pandang. Bahkan foto si dia pun dijadikan background di handphone.

dr Kat Van Kirk menyebut keinginan untuk selalu menatap si dia adalah karena otak yang melepaskan dopamin. Ini merupakan efek yang sama ketika seseorang mengonsumsi kokain lantaran menstimulasi respons hasrat atau penghargaan atas suatu kesenangan yang dirasakan.

Itu makanya ketika melihat foto orang yang bikin jatuh cinta, terutama foto berdua, bisa membuat energi meningkat.

7. Menjadi Lebih Kuat

Anda mungkin pernah mendengar cerita tentang sang ibu yang berenang menembus banjir besar untuk menyelamatkan anaknya? Kombinasi antara cinta dan takut memang bisa memberi seseorang kekuatan besar dalam kondisi darurat.

Bukan cuma orangtua saja yang bisa mengalami kekuatan besar karena cinta. Sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta pun merasakannya.

"Oksitosin yang dilepaskan pada sistem tubuh Anda ketika jatuh cinta bisa meningkatkan toleransi atas nyeri fisik," kata dr Kat Van Kirk.

Dr Arthur Aron, seorang profesor psikologi di State University of New York mengatakan beberapa wilayah di otak yang diaktifkan oleh perasaan cinta sama dengan wilayah yang biasa digunakan obat untuk mengurangi rasa sakit. Faktanya, berpegangan tangan dengan orang yang cintai saja sudah memberi pengaruh terhadap ketahanan terhadap rasa sakit.

Category: Kesehatan, Relationship
Jayabet