Tujuh Tanda Sedang Kecanduan Seks, Pria dan Wanita Perlu Tahu!

klg asli

berhasil

Dakota Johnson and Jamie Dornan Fifty Shades Darker Movie Hot Scene Pictures

Wartainfo.com - Kecanduan seks atau hiperseks termasuk kategori penyimpangan seksual. Memang susah disembuhkan, tetapi bukan berarti tak mungkin. Terlebih banyak kasus itu lebih berkaitan dengan masalah kejiwaan, ketimbang masalah fisik.

Seks memang termasuk dalam kebutuhan dasar manusia. Meski begitu, bila keinginan seksual sulit dikendalikan, kemungkinan besar itu adalah gejala kecanduan seks.

Selebriti yang disebut-sebut memiliki gangguan hiperseks adalah pegolf Tiger Wood yang memiliki skandal seks dengan sejumlah wanita. Yang terbaru adalah Ozzy Osbourne, vokalis band metal Black Sabbath, yang beralasan selingkuh dari istrinya karena memiliki kecanduan seks.

Tak mudah mengenali kecanduan seks. Malah, kebanyakan memiliki perilaku yang tampak normal. Diperlukan pemeriksaan mendalam oleh ahlinya, yaitu psikiater atau psikolog untuk memastikannya.

Walau demikian, tentu ada perbedaan antara dorongan seks yang besar dengan kecanduan seks. Lisa Bahar, terapis keluarga dan pernikahan, mengatakan kecanduan seks dicirikan dengan "ketidakstabilan atau rasa kemarahan dan ketergesaan", dibandingan dengan kesadaran akan kebutuhan pasangan. Menurut Bahar, ada 7 tanda seseorang yang mengalami kecanduan seks.

1. Sering Berganti Pasangan

Ada orang yang memang dengan cepat mendapat pasangan baru setelah berakhirnya hubungan yang lama. Tetapi, jika sudah menjadi kebiasaan, seseorang akan memiliki kebutuhan besar mendapat pasangan seksual.

2. Sering Berbohong

Hampir semua pecandu, apa pun bentuknya, sering terjebak dalam jaring kebohongan yang ia ciptakan sendiri untuk menutupi aksinya. Untuk pecandu seks, ia mungkin akan berbohong tentang orang yang ia temui. Selain itu, risiko perilaku mereka juga akan meningkat, misalnya membayar pekerja seks.

3. Pengeluaran Tak Jelas

Selain kebohongan yang keluar dari mulutnya, Anda juga mungkin akan menemui bukti pengeluaran uang yang tidak jelas.

4. Anda Merasa Dimanfaatkan

Hubungan seks yang dilakukan setiap hari atau dua hari sekali sebenarnya tak masalah, asalkan masing-masing pihak merasa dipuaskan. Bila Anda merasa pasangan selalu menempatkan kebutuhannya sebagai yang utama, bahkan marah dan agresif jika ditolak, berhati-hatilah.

5. Tidak Peduli Keamanan

Selain melihat orang lain sebagai objeks seks dan bukannya pasangan untuk dicintai, pecandu seks juga akan menempatkan libidonya sebagai yang utama. Kondisi itu membuat mereka tak memedulikan kesehatan organ reproduksi.

6. Sering Menonton Pornografi dan Masturbasi

Setiap hubungan memiliki parameter unik untuk hal yang dianggap "normal" dalam hal seks. Termasuk dalam urusan masturbasi dan menonton materi pornografi.

Walau begitu, bila pasangan Anda terlihat melakukan aktivitas itu beberapa kali sehari, atau tak lama setelah berhubungan seks, mungkin memang ada masalah dalam dorongan seksualnya.

7. Seks Mengganggu Kehidupan

Tak semua orang yang sering memikirkan tentang seks merupakan pecandu. Tetapi, orang yang hiperseks biasanya kesulitan berkonsentrasi atau melakukan aktivitas harianya karena obsesinya untuk melakukan hubungan seks.

Baca juga:

Dari segi kejiwaan, ada beberapa sebab yang bisa menimbulkan kecanduan seks, yaitu :

Pertama, seks sebagai satu-satunya cara berkomunikasi. Biasanya terjadi pada orang yang tidak mampu membuka diri dan berkomunikasi dengan baik. Jadi, kalau dia mau berkomunikasi, ujung-ujungnya lewat hubungan intim.

Kedua, pelepas ketegangan. Pada pekerjaan dengan tingkat stres tinggi, seringkali melampiaskan ketegangan dengan cara berhubungan seksual.

Ketiga, terobsesi segala hal berbau seks, meski sebenarnya dalam dirinya timbul konflik karena sadar terobsesi oleh seks itu tidak baik.

Keempat, gangguan jiwa, yang menganggap dirinya yang paling hebat, termasuk dalam hal seks.

Kelima, perasaan rendah diri (inferiority). Misalnya, seseorang tak kunjung memberikan kontribusi bagus untuk kehidupan rumah tangga, atau memiliki latar belakang keluarga, status sosial, atau pendidikan yang lebih rendah dari Anda, dia bisa melampiaskan rasa rendah diri ini dengan ‘kegagahan' di tempat tidur.

Lantas, bisakah disembuhkan? Jalan terbaik bila pasangan atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan gejala kecanduan seks, Anda membawanya berkonsultasi, sekaligus melakukan evaluasi lebih jauh untuk memastikannya kepada psikiater atau psikolog. Setidaknya mereka ini bisa mengetahui kondisi kejiwaan pasangan Anda. (wartainfo.com)

Category: Kesehatan, SeksualitasTags:
Jayabet