Lima Cara Masturbasi Pria Yang dapat Menyebabkan Kerusakan Penis

klg asli

berhasil

Foto Cowok Pria Saat Sedang Masturbasi Onani Sendiri Terbaru

Wartainfo.com - Pria dan wanita memang memiliki cara berbeda dalam menikmati seks, termasuk di antaranya pada kebiasaan memuaskan diri sendiri alias masturbasi. Dari jaman Victoria (1837-1901), masturbasi dianggap sebagai penyakit fisik dan psikologis. Di jaman moderen masturbasi terbukti menyehatkan.

Sikap budaya dan sains terhadap masturbasi telah berubah drastis sejak jaman Victoria. Di jaman sekarang 38 persen wanita dan 61 persen pria di Inggris melakukannya. Untuk mengurangi tabu dan malu terhadap topik masturbasi, Bulan Masturbasi Internasional dirayakan di bulan Mei.

Ketika bicara soal masturbasi, aturan yang berlaku adalah yang sederhana dan aman. Tapi karena manusia kadang ingin mencicipi "bumbu kehidupan", banyak pria memutuskan untuk mencoba cara lain untuk bermasturbasi dengan teknik eksotis atau benda asing. Hati-hati, ini bisa berakhir dengan tidak baik.

1. Menggunakan Cincin Penis

Cincin ini dirancang untuk menyempitkan aliran darah ke penis. Beberapa orang menganggap sensasi penyempitan aliran darah ini menyenangkan.

Tapi, penis yang tercekik akan dapat menyebabkan akumulasi distal-edema, sehingga penis bisa membengkak hingga dua kali dari biasanya, demikian menurut laporan kasus di India Journal of Surgery.

Untungnya, dilaporkan juga bahwa setelah dokter bisa melepaskan cincin penis itu, ukuran penis kembali ke ukuran normal.

2. Berdebar Sampai Muntah

Setelah muntah-muntah, demam, skrotum bengkak, dan nyeri otot selama dua hari, seorang pria berusia 29 tahun akhirnya memutuskan untuk datang ke UGD. Dokter akhirnya mendiagnosisnya dengan gangren Fournier, jenis infeksi mikroba langka.

Penyebab? Ia melakukan masturbasi begitu sering, sehingga terjadi lecet pada batang penisnya. Inilah yang membuatnya rentan terhadap infeksi.

Dokter memberikan antibiotik dan tindakan bedah untuk menutup luka, agar penis pria ini terlindung unsur-unsur penyebab infeksi.

3. Meremas Penis Terlalu Keras

Sebuah studi komprehensif dalam jurnal Trauma and Acute Care Surgery menemukan, hanya 19 persen dari kasus fraktur penis atau penis patah terjadi saat berhubungan seks dan 60 persen terjadi saat pria bermasturbasi. Penyebab paling umumnya adalah "Angulasi dan kompresi manual", demikian menurut penelitian.

Pada dasarnya, meremas terlalu keras dan menggerakkan penis dengan sudut yang salah bisa menyebabkan pecahnya tabung corpus cavernosa yang berisi darah saat penis ereksi.

Pembengkakan serta belasan komplikasi lainnya, dapat menyebabkan kerusakan fungsi permanen meskipun biasanya kondisi ini bisa diperbaiki, kata penulis penelitian.

4. Masturbasi Saat Mengemudikan Mobil

Fraktur penis tidak selalu hasil dari gerakan tangan terlalu antusias. Menurut rincian berbagai studi kasus yang dimuat dalam Canadian Urological Association Journal, beberapa orang telah merusak penis mereka saat masturbasi di mobil bergerak (kendaraan itu berhenti tiba-tiba, menyebabkan tabrakan antara penis dengan kemudi atau dashboard.)

5. Memasukkan Sesuatu Ke dalam Penis

Mungkin ini terdengar aneh, tapi nyata. Ada laporan yang menyebutkan dua orang pria punya ide gila memasukkan kawat ke dalam uretra mereka untuk menambah rangsangan saat mereka bermasturbasi.

Gilanya, salah satu dari mereka memasukkan kawat terlalu dalam hingga ke poros kandung kemih. Dalam kedua kasus, dokter harus melakukan operasi untuk mengeluarkan kawat. Namun, kedua laki-laki ini bisa pulih sepenuhnya.

Baca juga:

Category: SeksualitasTags:
Jayabet