Pendiri Forum Kaskus Ken Dean Lawadinata Mengundurkan Diri

klg asli

berhasil

Foto Pendiri KASKUS Ken Dean Lawadinata

Wartainfo.com - Kaskus the largest community in Indonesia. Ya, Kaskus adalah situs forum online terbesar di Indonesia. Namun ditengah semakin berkembangnya forum kaskus, ada kabar yang kurang kurang menggembirakan.

Ken Dean Lawadinata telah resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai chairman PT Darta Media Indonesia, pengelola situs Kaskus. Saham yang dipegang Ken pun telah seluruhnya dikembalikan pada GDP Ventures.

“Betul, saya sudah seluruhnya meninggalkan Kaskus. Semua saham sudah saya lepasan ke GDP,” ujar Ken saat dihubungi KompasTekno dalam sebuah pesan singkat, Sabtu (15/10/2016).

Ken merupakan salah satu perintis Kaskus dan membawanya menjadi situs komunitas online terbesar di Indonesia. Ken pula lah yang yang membujuk pendiri Kaskus lainnya, Andrew Darwis untuk pulang dari Amerika Serikat dan mendirikan perusahaan di Tanah Air.

Selepas dari Kaskus, Ken mengaku tidak berminat untuk berinvestasi di perusahaan IT lagi. Sebagai gantinya, dia sedang melirik investasi bidang properti dan komoditas seperti tambang, kayu dan lain-lain.

Semakin Berkembangnya industri IT

Profil Foto Andrew Darwis dan Ken Dean Lawadinata Pendiri Forum Kaskus

Ken Dean Lawadinata dan Andrew Darwis, Perintis dan Pendiri Kaskus (situs forum online terbesar di Indonesia)

Dia mengakui bahwa bisnis atau industri IT di Indonesia masih terus berkembang. Ada banyak permintaan dan ide-ide baru yang terus menetas. Sayangnya, menurut Ken, risiko di bidang IT masa kini justru terlalu tinggi.

“Valuation yang ada dan diminta oleh para founder (rata-rata perusahaan IT) bisa dibilang agak terlalu di-“goreng”. Padahal mereka masih kesulitan mendapat profit dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Ken menceritakan alasannya.

“Jadi kalau dulu bidang IT itu low-risk high-return, sekarang berubah jadi high-risk high-return. Uang 5 juta sampai 10 juta dollar AS sudah tidak ada artinya di industri ini,” imbuhnya.

Baca juga:

Sekadar diketahui, saat ini Ken memiliki dua perusahaan IT, yaitu Smartmama yang bergerak menyajikan konten khusus untuk ibu dan Tororo yang bergerak dalam penjualan online soal kebutuhan bayi.

“Soal perusahaan IT, paling saya akan fokus di Smartmama dan Tororo saja. Keduanya memang perusahaan saya sendiri bekerja sama dengan rekan,” pungkas Ken.

Dalam keterangan resminya, Andrew yang saat ini berperan sebagai Chief Commercial Officer Kaskus menyatakan terima kasih atas dedikasi Ken membesarkan Kaskus. Dia juga memastikan pengunduran diri tersebut tidak mengganggu kinerja perusahaan.

“Ken adalah orang yang bersemangat dan optimistis dalam menjalankan Kaskus. Pengunduran diri Ken tidak akan berdampak langsung terhadap operasional perusahaan. Kaskus akan fokus pada misi menjadi social commerce platform terbesar Indonesia,” terang Andrew.

"Ken dan Kaskus" Kisah Nekat Membangun Forum Kaskus

Profil Biografi Foto Ken Dean Lawadinata Perintis dan Pendiri Kaskus

Keputusan berinvestasi di Kaskus dan memutuskan kuliah membuat Ken dianggap sebagai anak tak bermasa depan, tetapi keyakinan dan kegigihannya membuktikan bahwa keputusannya itu tepat,” demikian sepenggal kisah Ken Dean Lawadinata dalam membangun Kaskus.

Ken, yang menjabat sebagai CEO di Kaskus, berbagi kisah merintis dan membesarkan perusahaannya dalam buku berjudul Ken & Kaskus karya Alberthiene Endah,

Ken & Kaskus menguak perjuangan yang terbilang nekat tentang anak muda yang meyakini intuisinya dan berani memperjuangkan impian. Meski masih berusia muda, pria kelahiran 6 Januari 1986 ini memiliki naluri bisnis yang kuat. Ia meyakinkan sepupunya sekaligus pendiri Kaskus, Andrew Darwis, untuk serius mengembangkan bisnis online berbasis komunitas.

Kaskus sendiri didirikan pada November 1999 oleh tiga pemuda asal Indonesia yang kuliah di Seattle, Amerika Serikat, yakni Andrew Darwis, Budi, dan Ronald. Pada 2008, Andrew dan Ken mulai mengelola Kaskus secara profesional. Kala itu anggota Kaskus berjumlah 300.000.

Hingga pada 2011, Kaskus diinvestasi oleh pemodal ventura Global Digital Prima (GDP), yang tak lain adalah anak perusahaan Djarum. Mereka membangun kantor di Menara Palma, Kuningan, Jakarta.

Kini Kaskus memiliki lebih dari 6 juta anggota (kaskuser) dengan 30 juta kunjungan setiap bulannya. Perusahaan ini mengklaim dirinya sebagai "The Largest Indonesian Community." Selain menjadi wadah komunitas, Kaskus mengembangkan produknya ke pembayaran online KasPay, iklan online KasAds, dan sebentar lagi akan hadir lapak online Kaskus.

Category: internet, TeknologiTags:
Jayabet