Lima Hal Seputar Menggendong Bayi yang Ayah dan Bunda Harus Tahu

klg asli

Rgopoker

Gambar Cara Menggendong Bayi yang Baik dan Benar

Wartainfo.com - Menggendong bayi, khususnya yang baru lahir, harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Ini dikarenakan kemampuan otot yang dikendalikan motorik otak bayi belum sepenuhnya berfungsi dan tergolong lemah.

Bagi yang baru punya bayi, rasanya ingin selalu menggendong-gendong si kecil ya. Dia yang semula di rahim, kini nyata di hadapan mata.

Nah, seputar gendong-menggendong bayi, ada beberapa fakta yang perlu diketahui ayah dan ibu. Dikutip Wartainfo.com dari detikHealth berikut ini 5 fakta tentang menggendong bayi yang wajib diketahui oleh para orang tua:

1. Bayi Bisa Meninggal dalam Gendongan

Meski dalam gendongan membuat bayi dekat dengan ayah atau ibunya secara fisik, namun tanpa disadari bisa menjadi penyebab kematian bayi.

Prof Roger Byard dan Dr John Gilbert dalam Medical Journal of Australia pernah mengatakan jika bayi ditempatkan dalam posisi tertentu, termasuk pada kursi pengaman di mobil ataupun di gendongan, bisa mengalami peningkatan risiko kekurangan oksigen atau bahkan kematian.

Diduga desain dan bahan yang lembut pada gendongan bayi bisa menyebabkan bayi mudah tertidur pada posisi yang tidak normal. Nah, posisi yang tidak normal bagi bayi untuk tidur ini dapat menekan saluran napas sehingga bayi berisiko meninggal.

Saran: Orang tua sebaiknya tetap memantau kondisi bayinya meski sedang berada dalam gendongan.

2. Bayi Bisa Stres Saat Digendong Menghadap Depan

Salah satu posisi menggendong yang populer adalah dengan menghadapkan bayi ke depan. Namun Cathrine Fowler seorang profesor keperawatan keluarga dan anak menuturkan gendongan bayi yang menghadap ke depan akan membuat bayi seperti dibombardir oleh stimulus atau rangsangan, sehingga menciptakan situasi yang sangat stres bagi bayi.

Pendapat ini senada dengan penelitian dari University of Dundee. Penelitian menyebut bayi yang didorong dalam kereta menghadap ke depan memiliki tingkat kecemasan dan stres yang lebih tinggi karena bayi menjadi sulit mendapatkan perhatian orang tuanya dan jarang diajak berbicara.

Sedangkan bayi yang didorong dengan menghadap ke arah orangtuanya lebih mungkin untuk tertawa, mendengarkan suara ibunya serta memiliki tingkat stres yang lebih rendah.

Saran: Untuk variasi, menggendong bayi dengan menghadapkannya ke depan tidak masalah. Jika ingin menggunakan gendongan depan, pastikan memilih jenis gendongan yang dirancang secara aman untuk bayi dan ukurannya bisa disesuaikan dengan kondisi bayi sehingga ia tidak lolos saat diletakkan. Selain itu pastikan lubang untuk kakinya tidak terlalu sempit untuk bayi.

3. Digendong-gendong, Bayi Bisa Lebih Pintar

Dari The Baby Book karangan William and Martha Sears MD, bayi yang digendong akan menjadi lebih sadar serta dapat memahami wajah, ritme langkah dan juga aroma orang tuanya seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, naik turunnya suara serta pola pernapasan dan emosi dari orang yang menggendongnya.

Dengan menggendong orang tua menjadi lebih sering berinteraksi dengan bayinya sehingga membantu bayi belajar menjadi manusia. Menggendong juga bisa memperkuat ikatan antara orang tua dan bayinya. Selain itu memberikan cara pengasuhan yang tepat karena keduanya saling memberi dan membentuk interaksi dua arah.

Saran: Meski menggendong bisa bermanfaat bagi bayi, namun jangan lupa untuk merangsang kemampuan motorik lainnya yang bisa didapat jika bayi tidak digendong. Ini penting agar bayi tumbuh dan berkembang sesuai kemampuannya.

Untuk mengembangkan kemampuan motoriknya, bayi bisa ditaruh di lantai agar bisa berguling dan belajar merangkak. Tapi, pastikan lingkungan aman dengan menyingkirkan barang yang berbahaya.

4. Cara Menggendong Bayi Baru Lahir yang Tepat

dr Wiyarni Pambudi SpA beberapa waktu lalu mengatakan cara menggendong bayi baru lahir yang baik adalah kepala bayi dekat dengan kepala si penggendong, sementara tangan pengendong mensuport punggung bayi.

Gendongan juga harus cukup kuat untuk memeluk bayi sedemikian dekat dengan penggendongnya, sehingga bayi dan penggendongnya sama-sama nyaman. Tempatkan kepala bayi dekat dengan dagu Anda, sehingga memungkinkan Anda untuk mencium kening atau kepalanya.

Saran: Jika menggendong dengan kain, maka upayakan wajah bayi tidak tertutup gendongan atau tertutup payudara ibu. Pastikan Anda dapat melihat wajah bayi di gendongan sehingga bisa selalu mengecek kondisinya.

5. Jangan Terlalu Mengangkang Saat Digendong

dr Yoyos Dias Ismiarto, SpOT(K), staf Departemen Orthopaedi dan Traumatologi RS Hasan Sadikin Bandung mengigatkan agar posisi bayi tidak terlalu mengangkang saat digendong. "Kalau terlalu ngangkang sebabkan beban berlebih pada sendi, kemudian lututnya juga terlalu tertekan. Jadi jangan terlalu ngangkang ketika digendong agar tidak terjadi kerusakan sendi pada anak," pesan dr Yoyos.

Bayi menjadi terlalu mengangkang jika digendong di depan dengan posisi berhadap-hadapan dengan penggendong. Dengan posisi ini bayi harus membuka kaki selebar pinggang si penggendong.

dr Francinita Nati, MM dari RS Mitra Keluarga menuturkan kurang berhati-hati menggendong anak bisa menimbulkan masalah bentuk kaki di masa pertumbuhannya.

Saran: Jangan menggendong bayi dengan terlalu menarik kakinya.

Baca juga:

Category: WanitaTags:
Pokerboya

Eyang Togel