5 Film Indonesia Jaman Dulu Tentang Perjuangan Kemerdekaan yang Wajib Ditonton

3. Serangan Fajar (1982)

Film ini disutradarai oleh Arifin C.Noer. Konsep film ini menggunakan penggambaran citra wayang untuk menunjukkan kepahlawanan.

'Serangan Fajar' juga menerima beberapa penghargaan dalam Indonesia Film Festival tahun 1982. Salah satunya adalah Best Pictures dan Best Original Story.

Mengambil setting Serangan Umum 1 Maret, 'Serangan Fajar' mengisahkan tentang dua keluarga yang menghadapi masalah pribadi mereka di tengah-tengah kekacauan perang. Temon, anak kecil yang kehilangan ayahnya dan harus tinggal bersama neneknya.

Dan ada, Romo seorang bangsawan yang berjuang untuk republik, sementara istrinya sibuk dengan anak perempuannya yang memiliki hubungan dengan pria biasa.

Film ini juga menggambarkan peristiwa-peristiwa patriotisme seperti penaikkan bendera Merah Putih di Gedung Agung dan penyerbuan markas Jepang di Kota Baru.

4. Kereta Api Terakhir (1981)

Film berdurasi 170 menit ini disutradarai oleh Mochtar Soemodimedjo dan dibintangi oleh Deddy Sutomo dan Gito Rollies.

'Kereta Api Terakhir' adalah sebuah film yang berkisah mengenai latar belakang gagalnya Perjanjian Liggarjati. Ketika markas besar tentara di Yogya memutuskan untuk menarik semua kereta api yang ada di Yogya.

Letnan Sudadi yang diperankan oleh Rizawan Gayo, letnan Firman yang diperankan oleh Pupung Haris dan sersan Tobing yang diperankan oleh Goti Rollies pun ditugaskan untuk mengawal kereta yang diberangkatkan dari stasiun Purwokerto.

Sudadi mengawal kereta pertama. Sedangkan Firman dan Tobing mengawal kereta terakhir. Perjalanan kereta terakhir ini dipenuhi oleh banyak hambatan. Mulai dari penumpang yang melebihi kapasitas hingga serangan Angkatan Udara Belanda.

5. Pasukan Berani Mati (1982)

Film yang disutradarai oleh Imam Tantowi ini melibatkan aktor-aktor terkenal seperti Roy Marten dan Barry Prima.

'Pasukan Berani Mati' sendiri berkisah tentang kota kecil yang direbut oleh Belanda. Pasukan Belanda dengan kejam menjatuhkan bom dan menyerang kota tersebut lengkap dengan persenjatahan yang canggih.

Kapten Bondan yang diperankan oleh Dicky Zulkarnaen menyatukan rakyat dengan pasukannya untuk menyusun rencana dan mengadakan serangan gerilya.

Namun, Belanda berhasil mengetahui tempat persembunyian pasukan tersebut dan melakukan penyerangan yang menyebabkan kematian Kapten Bondan.

Tersisa enam pasukan dan seorang penduduk yang secara spontan membentuk pasukan berani mati. Dengan gagah berani mereka menyerbu markas Belanda.

Category: Film MovieTags: