6 Kasus Pembunuhan Sadis Suami Bunuh Istri Karena Sakit Hati

5. Tak Mau Ditinggal Istri

Berita Kasus Pembunuhan Sadis di Indonesia Terkini, Suami Bunuh Istri Karena Selingkuh

Suami pembunuh istri saat ditangkap Kamis 27 Oktober 2016.

Istri meninggal di tangan suami, juga terjadi di Pekanbaru. Padahal, sang istri Zulfah akan mendapatkan uang Rp 400 juta dari ganti rugi lahan perluasan bandara di Pekanbaru. Sang suami US, kemudian melarikan diri ke Kecamatan Padang Hilir, Kabupaten Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Beberapa hari kabur sejak kejadian pada 13 Oktober 2016 itu, pelarian pria berumur 49 tahun berakhir di tangan petugas Subdit Jatanras Polda Riau. Dia ditangkap di rumah keluarganya di kawasan tersebut.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Surawan, US terancam hukuman maksimal 20 tahun dan paling berat hukuman mati. "Tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana," kata Surawan didampingi Kasubdit Jatanras Polda Riau AKBP Pibri Karnapianto, Kamis 27 Oktober 2016.

Ia menjelaskan, pembunuhan sadis ini berawal ketika US menemui korban di rumah di Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru pada 13 Oktober 2016.

Keduanya terlibat pembicaraan yang ujungnya Zulfah menyatakan bakal meninggalkan pelaku ketika menerima uang ganti rugi lahan perluasan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

"Terlibat pertengkaran keduanya. Pelaku emosi dan ke luar kamar. Pelaku kemudian membawa kayu masuk ke kamar dan memukul kepada korban. Leher korban juga dicekik hingga meninggal dunia," ujar Surawan.

Usai kejadian, pelaku meninggalkan korban dalam keadaan tak bernyawa. Pelaku kemudian kabur ke Sumatera Udara menaiki bus di Jalan Lintas Duri. Pelaku bersembunyi di rumah keluarga, tanpa membawa harta benda korban.

"Motifnya sakit hati, jadi tak ada membawa barang korban. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong. Anak korban juga tak berada di rumah saat itu," kata Surawan.

Ia menyebutkan, tersangka ditangkap pada 25 Oktober 2016. Pelaku kemudian dibawa ke Mapolda Riau dan mengakui semua perbuatannya serta menyesali membunuh korban.

"Jadi, korban menyebut akan meninggalkan pelaku ketika mendapat uang itu. Korban menyebut hanya akan membawa anaknya, karena keduanya ini status nikah siri," ujar Surawan.

6. Suami Bunuh Istri Karena Hamil Muda Hasil Selingkuhannya

Kasus Pembunuhan Sadis Ibu Muda Putri Hertina

Putri Hertina bersama sang suami yang merenggut nyawanya.

Dalam kondisi hamil muda, Putri Hertina, seorang ibu muda ditemukan tak bernyawa di lantai kamar rumahnya. Wanita berusia 20 tahun itu tinggal di Perumahan Bumi Persada, Kota Bengkulu.

Mama muda berparas cantik dengan kulit kuning langsat itu tewas terbujur kaku dalam kondisi mulut menganga. Terlihat sebuah kain seprai tergeletak di sisi ibu muda tersebut saat warga Perumahan Bumi Persada menemukan perempuan itu.

Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta mengatakan, dugaan sementara berdasarkan barang bukti dan keterangan para saksi, Putri dibunuh karena dipicu kecemburuan sang suami bernama AM (25).

"Hasil visum membuktikan korban dibunuh suaminya sendiri dengan cara dibekap, hingga menutup saluran pernapasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ucap Kapolres di Bengkulu, Senin, 1 Agustus 2016.

Pelaku pembunuhan sadis AM sudah mencurigai gerak-gerik istrinya yang menurut para tetangga sering membawa pria selingkuhannya bernama JO. Puncaknya pada Sabtu dini hari pekan lalu, kabar JO yang mendatangi rumah korban sambil membawa makanan terdengar oleh AM yang biasanya bekerja di percetakan hingga Subuh.

Ira (40) tetangga korban mengatakan, pada malam kejadian, JO mendatangi rumah korban sekitar pukul 21.00 WIB, sambil membawa makanan. Suaminya yang mendapat laporan bahwa ada orang mendatangi rumahnya langsung pulang. Sayangnya, AM tidak bertemu dengan JO.

"Sempat terjadi adu mulut, tetapi tak lama kemudian AM langsung pergi. Kami curiga dan langsung masuk ke rumah yang tidak terkunci dan melihat tubuh Putri sudah tidak bernyawa," tutur Ira.

Menurut sumber lain, ibu korban sempat mengingatkan anaknya untuk tidak lagi berhubungan dengan selingkuhannya. Sebab, para tetangga sudah sangat gelisah. Apalagi mereka tinggal di kompleks perumahan yang padat penduduk. Tentu saja gerak-gerik mereka sangat meresahkan masyarakat.

"Kondisi dia sedang hamil muda, mungkin pelaku tidak terima dengan keadaan istri sahnya itu hamil anak yang bukan darah dagingnya," ujar sumber yang juga bekerja sebagai tenaga medis tersebut.

Category: Berita Peristiwa, Kriminal, Serba - SerbiTags: