Dihukum Squat Jump 90 Kali, Siswi SMA di Mojokerto ini Mendadak Lumpuh

Foto Mas Hanum Dwi Aprilia Siswi SMA Mojokerto Lumpuh Dihukum Squat Jump

Wartainfo.com - Mas Hanum Dwi Aprilia yang merupakan Siswi kelas XI SMAN 1 Gondang, Mojokerto mendadak lumpuh setelah menjalani hukuman squat jump di sekolahnya. Hukuman itu dijatuhkan ke korban sebanyak 90 kali. Begini penjelasan pihak sekolah.

Kepala SMAN 1 Gondang Nurul Wakhidah mengatakan, hukuman itu diterima Hanum saat mengikuti Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) di sekolahnya, Jumat (13/7) pagi. Gara-garanya, siswi kelas XI IPS 2 ini terlambat datang di ekstra kurikuler (ekskul) tersebut. Saat itu UKKI mengadakan pelatihan untuk promosi ekskul ke siswa baru.

"Informasi dari anak-anak, waktu itu ada kesepakatan di antara teman-temannya, kalau terlambat datang ada hukuman. Seniornya anak-anak kelas XII menyampaikan hukumannya hafalan surat pendek (Alquran), tapi anggotanya tak mau, minta squat jump. Sudah diingatkan seniornya jangan hukuman itu karena keras. Kesepakatan kelompok tersebut hukumannya tetap squat jump," kata Nurul kepada wartawan di kantornya, Kamis (19/7/2018).

Seperti yang dikutip dari Detik.com, saat itu, lanjut Nurul, ada siswa lainnya yang juga terlambat datang. Hanum dan temannya itu masing-masing harus menjalani 60 kali squat jump.

Sayangnya, teman Hanum hanya mampu melakukan squat jump sebanyak 30 kali. Sisa hukuman ini justru dibebankan ke Hanum. Selesai melakukan 60 kali squat jump, pelajar asal Krian, Sidoarjo ini harus melakukan lagi sebanyak 30 kali.

"Sehingga 90 kali squat jump dijalani Hanum sampai selesai. Saat itu dia masih sempat melanjutkan kegiatan, tak langsung jatuh sakit (lumpuh), hanya kakinya katanya sakit semua," ujarnya.

Foto Mas Hanum Dwi Aprilia Siswi SMA Mojokerto Yang Lumpuh Akibat Dihukum Squat Jump

Begini Kondisi Mas Hanum Dwi Aprilia, Siswi yang Lumpuh setelah Dihukum Squat Jump 90 kali.

Nurul menjelaskan, saat kegiatan UKKI berlangsung, tak ada satu pun guru yang mendampingi. Menurut dia, para siswa anggota UKKI menggelar kegiatan tanpa izin pembina ekskul, Pembina OSIS maupun Wakasek Kesiswaan.

"Saat kegiatan itu, sekolah masih libur. Sehingga kami semua tak tahu kalau anak-anak membuat kegiatan itu," terangnya.

Hanum mulai mengeluh sakit di kaki dan punggung usai dihukum squat jump sebanyak 90 kali pada Jumat (13/7) pagi. Saat itu korban terlambat datang di kegiatan ekskul Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) di SMAN 1 Gondang, Mojokerto.

Pelajar yang juga nyantri di PP Al Ghoits, Desa/Kecamatan Gondang ini benar-benar lumpuh pada Rabu (18/7) pagi. Pengasuh pondok pun membawanya ke pengobatan saraf alternatif di Desa Pandanarum, Pacet. Karena Hanum diperkirakan mengalami saraf tulang belakang terjepit.

Pemilik pengobatan alternatif Sangkal Putung Umar Said (55) mengatakan, Hanum dibawa ke tempatnya pada Rabu (18/7) petang. Korban diantar Pengasuh PP Al Ghoits M Rofiq Afandi.

Karena sehari-hari Hanum nyantri di pondok yang terletak di Desa/Kecamatan Gondang tersebut. Jarak pondok dengan sekolah Hanum sekitar 200 meter.

"Saat dibawa ke sini kondisinya lumpuh, tak bisa duduk, tidur miring sendiri tak bisa, harus dimiringkan," kata Umar kepada wartawan di rumahnya, Kamis (19/7/2018).

Dia menjelaskan, Hanum mengeluh kesakitan di bagian kaki hingga punggung. Kendati begitu, gadis asal Krian, Sidoarjo ini masih bisa berbicara, menggerakkan leher dan kedua tangannya.

"Yang dikeluhkan Hanum ini sakit mulai paha sampai punggungnya," ujar Umar.

Menurut Umar, melihat kondisi Hanum, dia menduga korban mengalami saraf kejepit. Terjepitnya saraf di bagian punggung jika fatal akan mengakibatkan kelumpuhan.

"Untuk penyembuhannya butuh waktu. Semoga tidak sampai fatal," tandasnya.

Rencananya, Hanum akan dibawa ke rumah sakit untuk mendeteksi bagian saraf yang mengalami gangguan. Setelah itu korban akan dibawa kembali ke Sangkal Putung untuk melanjutkan terapi pemijatan.

Category: Berita Peristiwa